Siti Aisyah: Perlunya Continuous Improvement Pengerahan jasa TKI

Siti Aisyah: Perlunya Continuous Improvement Pengerahan jasa TKI

Category : Pencerahan Darmin

Sebuah pengadilan di Malaysia, menjerat dua perempuan, asal Indonesia dan Vietnam, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam bulan lalu. Siti Aisyah (25), perempuan warga Indonesia, dan Doan Thi Huong (28) asal Vietnam, dikelilingi puluhan petugas polisi saat mendengarkan dakwaan di ruang sidang pengadilan Kuala Lumpur.

Sebelumnya, kedua perempuan itu dibawa ke pengadilan dengan pengawalan ketat dari kepolisian.  Siti Aisyah dan Doan Thi Huong untuk pertama kalinya bisa dilihat publik sejak ditahan beberapa hari pasca-pembunuhan pada 13 Februari lalu.  Jika keduanya terbukti melakukan pembunuhan di bandara internasional Kuala Lumpur itu, maka Siti dan Huong terancam hukuman mati.

Dari perspektif transformasi manajemen kinerja apa saja key performance indicator yang dapat diperhatikan untuk continuous improvement terkait kejadian ini?

 

Sebagai sebuah proses bisnis, pengerahan jasa tenaga kerja Indonesia ke luar negeri memiliki beberapa proses bisnis utama, yakni:

  1. Sourcing kandidat tenaga kerja
  2. Seleksi calon tenaga kerja Indonesia
  3. Pembekalan, Pendidikan dan pelatihan
  4. Persiapan keberangkatan
  5. Pengiriman tenaga kerja Indonesia
  6. Monitoring kondisi  tenaga kerja Indonesia
  7. Evaluasi dan bantuan permasalahan  tenaga kerja Indonesia
  8. Penyambutan kepulangan  tenaga kerja Indonesia

Seluruh proses bisnis utama tersebut harus didekati dari sudut pandang manajemen profesional. Dalam arti bagaimana menciptakan setiap proses tersebut menjadi efisien, efektif, transparan, profesional, bersih, akuntabel, berorientasi pelayanan dan memuliakan TKI. 

Keterlibatan TKI Indonesia, dalam hal ini Siti Aisyah pada kasus kriminal diluar negeri jelas merupakan sebuah masalah yang perlu dibenahi, dalam konteks perbaikan terus-menerus pengerahan jasa TKI yang mulia untuk ekonomi Indonesia.    

Dari perspektif transformasi manajemen kinerja ada beberapa key performance indicator yang dapat diperhatikan untuk continuous improvement terkait kejadian ini:

  1. Indeks pemahaman TKI pada hak dan kewajibannya
  2. Indeks penguasaan kompetensi TKI terhadap standar pekerjaan dan keamanan pribadi
  3. Frekuensi komunikasi dan update TKI dengan keluarganya
  4. Tingkat update kondisi TKI oleh PJTKI
  5. Kemudahan menghubungi PJTKI untuk konsultasi terkait semua pengalaman TKI
  6. Kejelasan kepengurusan komunitas TKI di setiap area kerja dan setiap negara
  7. Tingkat keaktifan komunitas TKI di setiap area kerja, di setiap negara
  8. Tingkat keterlibatan TKI pada komunitas TKI di areanya
  9. Kemudahan menghubungi otoritas pemerintah bila ada masalah
  10. Kecepatan respon otoritas pemerintah pada kasus TKI
  11. Persentase masalah TKI yang dibantu penyelesaiannya oleh PJTKI
  12. Persentase masalah TKI yang dapat diselesaikan oleh pemerintah
  13. Persentase TKI yang konrak rutin dengan PJTKI atau keluarganya
  14. Indeks kualitas majikan / employee dari setiap TKI

 

Daftar Key performance indicator di atas menunjukkan bagaimana seharusnya TKI secara profesional dikelola.

Daftar Key performance indicator di atas menunjukkan bahwa bukan jumlah penghasilan TKI yang dapat diperoleh atau dikuras oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang penting, seperti selama ini sudah terjadi dalam setiap tahapan proses. 

Daftar Key performance indicator di atas menunjukkan bahwa komunikasi dan perlindungan terhadap TKI yang penting.

Dari perspektif problem implementasi strategi, ada beberapa harapan munculnya continuous improvement terkait peristiwa ini.

Pertama, kita berharap ada dukungan kuat dari negara, kementerian, polisi, TNI, para pengacara, pengerah jasa tenaga kerja Indonesia, dan seluruh pihak untuk kasus ini. Kita berharap ada continuous improvement munculnya prosedur penanganan yang dipahami bersama seluruh pihak untuk mencegah kasus ini berulang di kemudian hari.

Kedua, kita bisa berharap ada continuous improvement dengan turunnya perintah dari Kementerian terkait untuk meminta seluruh pengerah tenaga kerja Indonesia melakukan pelatihan mengenai etika perilaku menjaga keamanan pribadi yang lebih ketat.

Ketiga, kita berharap adanya program baru untuk  mengantisipasi kejadian di mana ada keterlibatan pihak lain yang bisa menjebak dengan program serupa. Sehingga tenaga kerja kita semakin berhati-hati ketika bekerja di negara lain dan tidak terjebak kasus dengan modus-modus serupa.

Keempat, kita seluruh rakyat Indonesia perlu berdoa agar kasus ini berjalan baik (dap).

Nikmati sajian artikel manajemen berkualitas setiap Senin. 
Silakan bookmark halaman website ini untuk memudahkan.  
Selamat beraktifitas…


Leave a Reply

Berlangganan Newsletter

Workshop/Training