Kualitas Pengelolaan Anggaran: Problem yang Tidak Boleh Berulang Tahun

Kualitas Pengelolaan Anggaran: Problem yang Tidak Boleh Berulang Tahun

Category : Pencerahan Darmin

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan pimpinan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan perencanaan penggunaan anggaran. Selama ini, buruknya pengelolaan anggaran suatu negara kerap dijadikan indikator persepsi amburadulnya pengelolaan negara oleh pemerintahannya.

Masalah perencanaan, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan berorientasi profit selalu memusingkan kepala.   

Dari perspektif manajemen talenta, apa saja sebab kurangnya kualitas pengelolaan anggaran  di  organisasi atau perusahaan?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan bahwa  perencanaan penggunaan anggaran negara yang amburadul menggambarkan negara yang amburadul. Ini pernyataan serius dan bisa menjadi lonceng penanda perlunya berbenah secara serius. Kita tentu tidak rela Indonesia dianggap negara yang tidak diurus secara serius, karena pengelolaan anggarannya belum profesional.

Indikator pengelolaan anggaran tidak serius dan belum profesional bisa terlihat dari  adanya revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di tengah berjalannya tahun anggaran. Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) terjadi kurang akurat, kurang serius melihat unsur-unsur biaya yang diperhitungkan, kurang jelas referensi unit biaya, tidak ada data unit cost, kurang jelas perhitungan ilmiah dasar pembiayaan, kurang tepat sasaran program, dan seterusnya. Semua problem tersebut  intinya,  perencanaan anggaran yang kurang berkualitas terjadi sejak awal proses, sejak awal tahun. Perencanaan anggaran tidak berkualitas, karena unit kerja dan instansi membuat perencanaan anggaran yang  asal-asalan.

Perencanaan dan penggunaan anggaran harus efisien, tidak boros, dan tetap sesuai tujuan pembangunan nasional. Pengelolaan anggaran yang baik bukan hanya mencerminkan ekonomi yang baik, tetapi juga menunjukkan martabat institusi yang baik.

Tahun ini, anggaran belanja pemerintah mencapai Rp 2.080 triliun. Sekitar Rp 1.500 triliun merupakan belanja pemerintah pusat dan daerah. Perencanaan dan penggunaan anggaran yang cermat, akan belanja sebesar itu mampu menggerakkan ekonomi nasional lebih maksimal.

Dari perspektif manajemen talenta, ada beberapa sebab kurangnya kualitas pengelolaan anggaran yang kuat di setiap instansi pemerintahan. Tentu ini juga berlaku untuk perusahaan berorientasi profit yang penganggarannya masih tradisional. 

Masalah Pertama, dari sisi mindset, pegawai kurang memiliki awareness terhadap pentingnya berpola pikir performance based budgeting sejak awal.  

Masalah Kedua, banyak pegawai yang tidak menyadari bahwa efisiensi harus dimulai dengan pola pikir activitiy based costing, memperjelas cost driver dan unit cost analysis.

Masalah Ketiga, Ada pola pikir bahwa anggaran cukup dilakukan dengan copy paste yang sudah ada tahun lalu, meskipun terbukti menghabiskan anggaran tahun lalu tidak efektif meningkatkan pelayanan dan kinerja.

Masalah Keempat, dapat disebabkan kurangnya pelatihan, workshop dan simulasi mengenai teknik penganggaran berbasis strategi, berbasis kinerja, dan berbasis aktifitas yang cermat.

Masalah Kelima, dari perspektif transformasi manajemen kinerja, pengelolaan anggaran kurang berkualitas dapat disebabkan kurang jelasnya key performance indicator yang dapat digunakan secara cepat untuk mengevaluasi apakah pengganggaran yang sudah dilakukan:

a) berkualitas atau tidak,

b) efisien atau tidak,

c) tepat sasaran atau tidak,

d) berbasis kinerja atau tidak,

e) berbasis strategi atau tidak, dan seterusnya.

 

Proses penganggaran dapat dikatakan berkualitas bila dibuat dengan akurat, secara  serius melihat unsur-unsur biaya yang diperhitungkan, jelas referensi unit biaya dari mana saja benchmark yang terpercaya, jelas data-data unit costnya,  jelas perhitungan ilmiah dasar pembiayaan, tepat sasaran program, dan seterusnya.  

Mudah membuatnya demikian? Tidak semudah membalik telapak tangan, tentu saja. Perlu komitmen serius pimpinan dan pegawai untuk bersama-sama melakukan perbaikan sistem penganggaran yang berkualitas.   Ujiannya, ada di setiap tahun.  Bila problem berulang tahun, berarti sama saja, tidak ada inovasi yang cukup yang telah dilakukan tahun sebelumnya. (dap)

 

Nikmati sajian artikel manajemen berkualitas setiap Senin. 
Silakan bookmark halaman website ini untuk memudahkan.  
Selamat beraktifitas…

 


Leave a Reply

Berlangganan Newsletter

Workshop/Training